Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2017

Masih Waras ?

Masih Waras ?


Menjadi seorang ibu memang memiliki cerita dan tantangan tersendiri. Dimana tantangan itu akan menjadikan dan meletakkanmu di level dimana seharusnya kau berada. Saat berada di tengah-tengan tantangan itu maka sepatutnya tetap menjaga fokus dan konsentrasi sebaik mungkin. Agar apa yang menjadi GOAL segera terapai dengan tanpa rasa paksaan dan penyesalan.

Beberapa ibu mungkin pernah bertanya masih waraskah saya ? Dengan segala kesibukan dan aktifitas yang bahkan tak pernah ada hentinya. Dengan semua kesibukan yang menjadikan lupa tentang bagaimana rasanya lari pagi sambil terus memandang ke depan. Jika memang ada, berarti saya memang salah satu orang tersebut. Salah satu ibu yang sering bertanya, masih waraskah saya?

Satu pribadi yang harus berada di luar rumah, tanpa banyak melihat tumbuh kembang dua putri kecil yang sedang belajar menahan terpaan badai kehidupan. Meninggalkan rumah yang harusnya penuh dengan suasana pendidikan anak. Meninggalkan lingkungan yang benar-benar haus akan sosok seorang manusia yang mengurusnya. Dan yang kutahu hanyalah pergi pagi pulang sore. Maam Bang Toyib.
masih waras ?

Menulis kadang menjadi keinginan yang sulit digapai, apalagi saat melihat salah satu putri kecil tak berdaya karena Sakit yanng dideritanya. Tapi kusadar, menjaga kewarasan bukanlah pilihan. Itu merupakan keharusan. Dan tidak boleh ada lagi pertanyaan "Masih waraskah saya?" Karena Kewarasan itu akan tetap ada dalam diri. Dan menulis adalah salah satu cara menjaganya.

Masih Waras ?
Catatan Cinta Bunda
Baca selengkapnya » 2 komentar

Minggu, 29 Januari 2017

Outdoor atau Indoor

Outdoor atau Indoor



Menjadi seorang ibu rumah tangga memang tidak boleh sakit. Tapi yang paling penting adalah TIDAK BOLEH MALAS. Bagaimana pun mood yang kau miliki, bagaimana keinginanmu yang belum terpenuhi, semua pekerjaan rumah selalu setia untuk dikerjakan. Dari mulai depan rumah yang selalu terlihat jelas oleh tetangga hingga belakang rumah yang hanya bisa dilihat oleh dedaunan yang jatuh dan rumput liar.


Memilih melakukan semua pekerjaan rumah sendiri tanpa bantuan orang lain adalah hal yang bisa mendewasakan dan merajinkan diri saya pribadi. Namun memanage waktu, tenaga dan pikiran untuk melakukan semua hal itu adalah hal yang pastinya agak sulit dilakukan oleh orang malas seperti saya. Peace.......

Pekerjaan rumah Indoor ataupun outdoor sepenuhnya tanggungjawab saya. Memilih waktu yang tepat untuk mengerjakannya memerlukan keberanian dan tekad yang tinggi. Pekerjaan Indoor lebih nyaman saya lakukan di pagi hari, saat matahari masih malu memeprlihatkan dirinya dan saat suasana sepi memenuhi alam yang setengah ngantuk. Sedangkan semua pekerjaan Outdoor lebih suka saya lakukan saat matahari mulai memberanikan diri menyapa baju-baju yang sudah tergantung di jemuran. Memberikan sedikit keringat untuk saya yang baru selesai dengan cangkir kopi pertama saat menjelang siang hari. Menyapa siapapun yang lalu lalang sambil sesekali memanggil Eca yang sudah asik dengan teman berbulunya.

Tak pernah ada target yang saya terapkan untuk jam selesai semua pekerjaan. Tak pernah juga memaksakan semua pekerjaan selesai dengan cepat. Karena hidup hanya sekali, jangan lupa untuk ngopi lagi.
Ah... itu hanya alasan saya.

Outdoor atau Indoor
Catatan Cinta Bunda
Baca selengkapnya » 0 komentar

Selasa, 18 Oktober 2016

Gaya Bahasa

Gaya Bahasa


Tulisan kali ini memiliki Judul yang agak Gaya. Karena memang sudah lama tidak posting dan biar kekinian aja gituhhh  *peace. Tapi aku masih tetap aku yang dulu dengan gaya tulisan yang teu pararuguh

Bekerja di tempat sebagai kelompok minoritas, terkadang menjadi hal yang agak horor gituh, terkadang hal-hal kecil bisa menjadi masalah. Hal komunikasi merupakan hal yang utama dan paling penting untuk diperhatikan. Salah dalam hal komunikasi bisa menjadi awal bencana yang lumayan berharga. Sebagai seorang wanita, kemampuan yang selalu diuji, kecepatan yang harus dilatih, kecerdasan dan kemandirian yang selalu dipertanyakan. Semuanya harus dijadikan tantangan yang benar-benar bisa jadi pelajaran. Dan mempelajari gaya bahasa yang ada merupakan suatu keharusan yang mutlak. Salah sedikit saja, bisa diartikan hal lain. Terutama, aku yang memang sudah dari sananya notabene anak manja, nada bicara dan gaya bahasa yang tentu jauh berbeda dengan teman satu tim.

Satu pengalaman, saat jam pulang sudah berdetak, dan kerjaan hari itu memang sudah selesai. Tapi teman-teman masih asik dengan pekerjaan mereka, kutunggu satu jam, tak juga selesai mereka. Akhirnya kuputuskan untuk pulang lebih dulu. "Pak, aku duluan ya" Entah kenapa salah satu dari mereka berhenti dari pekerjaannya dan menengok tepat ke arahku. "ada apa Pak?" Sambil senyum-senyum dan kembali menghadap monitor si Bapak bilang "Ah, si Ibu kayak mo ke kamar aja segala pake duluan".

Hohohoho.....
Langsung ngacir deh tanpa pamit dan berkata apa-apa lagi. Ternyata Gaya Bahasa dan arti kata bagi laki-laki dan perempuan itu bisa benar-benar berbeda.
Kapok pamitan dengan cara gitu lagi.

gaya bahasa

Gaya Bahasa
Catatan Cinta Bunda
Baca selengkapnya » 1 komentar

Rabu, 29 Juli 2015

Kenyataannya . . .

Kenyataannya . . .

Pernah denger ga, kalo misalnya orang yang hamil dari perbuatan yang tidak halal selalu saja hamil dan melahirkannya tidak mudah? Atau mungkin lahirannya seringkali 'brojol' gitu aja tanpa ngeden berlebih, bahkan tanpa ada acara pendarahan dan sebagainya. Bahkan mereka melahirkan di kamar mandi dan buang anaknya langsung di WC. Oh tidak .....
Sebagian, menggugurkan kandungannya. Ada yang selamat, ada juga yang tidak.
Tragis memang.
kenyataannya . . .

Baca beberapa akun teman, tenyata kenyataannya memang seperti itu adanya. Orang yang hamil di luar nikah tidak akan diberi rasa sakit dan payah, lelah, letih, lesu, dan tidak nyaman saat hamil dan melahirkan. Mereka akan merasa biasa saja, saat hamil bisa bepergian jauh tanpa rasa mual dan letih berlebih. Saat melahirkan, akan sangat mudah prosesnya. Bahkan bisa melahirkan tanpa bantuan. Sejenak terbesit rasa 'kagum ' dan 'wow hebat'. Karena proses melahirkan yang kualami selalu berbelit belit dan lamaaaaa . . . . .

Bukan, mereka bukan dimudahkan oleh Allah. Mereka bukan diberi keringanan atau sebagainya. Tapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh Nya untuk merasakan indahnya menjadi seorang ibu, dan besarnya pahala hamil dan melahirkan yang melelahkan itu. Melahirkan yang sungguh besar pahalanya tidak akan mereka raih. Doa ibu hamil yang sangat makbul tidak bisa mereka dapat.
kenyataannya . . .

Sungguh, pahala seorang ibu hanya bisa didapat oleh mereka yang pantas mendapatkannya.
Selamat beraktifitas di hari rabu.

Bunda Zia
kenyataannya . . .
Baca selengkapnya » 0 komentar

Jumat, 05 Desember 2014

Allah Maha Cinta


Dan akan sangat mencintai hambaNya, walau dengan jalan yang tak terduga-duga. Dan tak ingin melihat hambaNya berpaling walau sedikit.

Sebutlah namanya si Bontot. Bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan sistem kerja bergilir. Keharusan bangun sebelum pukul 5 pagi membuatnya malas untuk mendapatkan shif pagi. Hingga akhirnya sang bos yang juga kawan lamanya menempatkan Bontot di shif sore untuk jangka waktu yang lama.

Akan tetapi, takdir berkata lain. Shif pagi kekurangan karyawan, sehingga Bontot entah mengapa harus berpindah jadi shif pagi dua hari ini. Sang Bos menjanjikan setelah dua hari Bontot akan pindah ke shift sore lagi. Dan dengan terpaksa dalam dua hari ini Bontot bangun sebelum jam 5 dan shalat shubuh yang biasanya jam 7 atau jam 8 pagi menjadi tepat waktu.
Allah Maha Cinta.

Menjelang hari kedua, belum juga ada karyawan didapat untuk bekerja di shift pagi. Sehingga Bontot masih harus bangun pagi dan shalat shubuh tepat waktu. Mungkin, Bontot marah dengan keadaan yang dialaminya. Sang Bos, teman lamanya itu ternyata tak begitu peduli dengannya kini. Dan dia pun takut dengan Big Bos di perusahaan itu.

Namun, Allah tersenyum. Karena shalat shubuh Bontot yang biasanya mendekati waktu Dzuhur, sudah dua minggu tepat saat azan shubuh berkumandang.
Allah Maha Cinta

Tak terasa, dua bulan sudah Bontot bekerja di shift pagi dan dua bulan juga dia memiliki rasa benci dan kesal karena harus bangun pagi. Namun kini perasaan itu menjadi rindu dan butuh untuk bangun pagi. Jika sehari saja tak mendengar azan shubuh, maka akan resah hatinya sepanjang hari. Kebiasaan yang telah tercipta langsung dari tangan Sang Khalik. Karena Allah sudah memilih si Bontot untuk selalu dekat denganNya.
allah maha cinta

Itu salah satu kejadian yang membuktikan bahwa Allah sangat mencintai hambaNya, dan tak pernah ingin seorang hamba jauh dari Nya.
Untukmu disana, ingatlah, bahwa Allah selalu mencintaimu.

Bunda Zia
Allah Maha Cinta
Baca selengkapnya » 2 komentar

Minggu, 30 November 2014

Happy Holiday

Happy Holiday


Bagi sebagian orang, liburan bisa berarti bepergian ke suatu tempat sambil membawa bekal dan menghabiskan banyak uang. Namun bagi sebagian lainnya, liburan bisa berarti berkumpul bersama keluarga dan menghabiskan waktu bersama walau tidak menghabiskan banyak uang. Hemat gituhhhh.

Dan hari ini, Bunda Zia merasakan sensasi lain dari Happy Holiday. Liburan bersama keluarga tercinta yang tak bisa tergantikan feelingnya ^_^   Karena Kesenangan dari liburan ini tak dicari dan dibuat dengan sengaja, akan tetapi hadir begitu saja sesuai keinginan hati.

Hari ini Bunda rencana pergi ngambil barang pesenan Tupperware di Rawa Panjang. Pergi berdua Eca dan ga usah kasih tau Kaka Zia yang nginep di rumah Umi, biar gak ribet. Soalnya kakak suka banyak jajan kalo dah ke Bekasi.
Jam delapan sudah cantik plus rapi, Bunda dan eca siap pergi. Dan kakak nongol tanpa salam dan sapaan, langsung nanya "kok udah rapi? Emang mau kemana? kakak mau ikut". gagal merayu Kakak untuk ditinggal dengan bibinya, akhirnya Bunda nyerah. Kakak mandi dan siap untuk pergi. Yuk berangkatttttttt.

Mengendarai mobil merah kesayangan dengan tulisan K-11 kami bertiga memulai langkah. Sesudah sampai di TKP. Tanpa basa basi Zia langsung nunjuk Mini Market itu dan minta Mainan, minuman, serta jajanan. OH tidakkkkkk. Dagangan belum diambil, kok udah harus keluar duit segitu. Hikssss. Mbak Anis yang kutunggu langsung masuk ke Mini Market saat melihatku ada di dalam. Dan transaksi kami pun berlangsung di sana.

Usai transaksi, kami beli buah untuk persiapan acara arisan keluarga siang ini. Dan kami pun pulang dengan mobil merah yang berbeda, namun tetap dengan tulisan K-11. Sesampainya di pasar, Bunda yang memang suka telat bayar listrik, akhirnya mampir ATM sebentar. Takut disamperin abang-abang PLN besok hari. Tapi kok pas keluar ATM, harum bau bakso mulai menggugah selera dan perut yang memang lapar belum makan. Tapi Bunda mau beli soto aja ahhhh.
"Bun, aku laper. Mau makan Bakso. Tapi makannya di sini ya sama Bunda" Anakku Zia memang pandai menggunakan situasi.
Happy holiday

Dengan agak berat hati sambil itung duit dalam dompet, kami menuju warung bakso dan mulai memesan dua porsi bakso. Ya, dua porsi. Karena Kakak Zia tidak akan cukup dengan setengah porsi. Kalo Eca sih, dua butir dipotong kecil-kecil juga udah cukup ^_^
Satu botol teh tidak akan dilupakan Zia. Itu sudah jadi kebiasaannya kalo makan bakso.

happy holiday
Eca ikut berpartisipasi makan bakso

Diinget-inget, udah lama kita ga pernah makan di luar. Ternyata makan bakso dengan dua anak kecil itu seru. Bahkan lebih seru dari pada makan di restoran mahal. Lirik dompet hehehehe
Kakak makan lahap, Eca juga gak mau kalah seru sama kakaknya. Anak-anak memang paling tau hal yang bisa bikin Bunda bahagia. Makan sambil bercanda dan ngoceh sana sini. Akhirnya selesai juga acara makan kami dengan meninggalkan meja yang super kotor. Maaf ya abang bakso. namanya juga anak-anak ^_^
happy holiday
Makan bakso pake tangan ???????
Sampai rumah, keduanya tampak kelelahan, dan akhirnya tidur dengan nyenyak. Trus Bunda nyusul juga deh ke tempat tidur
Makasih Kakak, makasih Eca.
Sumber kebahagiaan yang tak ada habisnya

Happy Holiday
Baca selengkapnya » 2 komentar

Minggu, 21 September 2014

Perjuangan Istri

Perjuangan Istri

Menikah, merupakan impian setiap wanita yang sudah mencapai usia dewasa. Yups, karena memang di usia dewasa adalah usia dimana seorang wanita mulai bermimpi menjadi seorang istri, dan seorang ibu. Setiap wanita yang belum menikah di usia dewasa selalu dibebani dengan pertanyaan kapan dan kapan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Keresahan mulai menyusupi hati orang tua, dimana anak gadis yang mulai dewasa itu belum juga menemukan pendamping hidupnya. Dengan memikirkan atau tidak tentang bagaimana perasaan si anak gadis, beberapa ibu sering juga menekan mereka dengan beberapa lelaki yang diperkenalkan.

Setelah menikah, setiap wanita yang telah menjadi istri memiliki perjuangan mereka sendiri-sendiri.
Ada seorang istri yang terlihat kurus dan letih dengan hidupnya. Suami yang dahulu diidamkannya ternyata seorang lelaki yang "mata keranjang", yang sering gonta-ganti perempuan setiap minggunya. Pernah sekali dia menemukan suaminya tidur dengan wanita lain diranjangnya. Pernah pula dia melihat suaminya merayu seorang wanita muda, yang ternyata tetangganya sendiri. Namun demi dua anak yang masih kecil-kecil dia terus bertahan hidup dalam biduk rumah tangga. Itu perjuangan istri.

Terus bekerja tanpa henti, pergi pagi pulang malam dalam keadaan yang letih, "saya bagai sapi perah yang hidup dalam penjara rumah tangga" Itu ujarnya. Sang suami membentak setiap kali istrinya mengeluh karena kelelahan bekerja "saya memang mencari istri yang bisa bekerja. Bukan istri yang hanya enak-enakan tidur di rumah dan menghabiskan uang". Kembali menjadi perjuangan istri.

Wanita berjilbab lebar itu kaget, ketika rumah mungil yang sudah lima tahun ditempatinya itu digeledah polisi. Suaminya dituduh menjadi gembong pengedar narkoba. Kaget setengah mati, karena yang diketahuinya, suaminya adalah seorang buruh bangunan di kota yang besar ini. Ternyata, selama ini dia memberi makan ketiga anaknya dengan uang haram. Perjuangan istri yang pasti akan dicibir masyarakat sekitar.
perjuangan istri

Setiap istri memiliki perjuangan mereka sendiri-sendiri. Hanya beberapa contoh yang kudapat setelah nonton televisi hari ini. Semakin sabar dan kuat menghadapinya, semakin besar juga rahmat dan pahala yang didapatkannya. Semoga kita sebagai seorang istri berhasil bersabar dan bertahan dengan perjuangan masing-masing.

perjuangan istri
Bunda Zia
Baca selengkapnya » 4 komentar

Minggu, 14 September 2014

Bangun Pagi

Bangun Pagi


Anda suka bangun pagi? Jarang Bangun Pagi? Tidak pernah Bangun Pagi? Atau Bangun Pagi lalu tidur lagi? Apapun pilihan Anda, Anda tahu sendiri kebutuhan jasmani dan rohani Anda. Setiap orang memang memiliki porsi dan kebiasaan mereka masing-masing. Kebiasaan seseorang yang ditanamkan dalam dirinya akan menjadi karakter tersendiri yang menjadi ciri khasnya.

Kali ini Bunda Zia lagi ngomongin Bangun pagi. Baru punya anak dua sudah heran dan mikir, ternyata walau bapak dan emaknya sama, setiap individu bisa memiliki kepribadian yang berbeda. Yups, Kaka Zia dan Eca, dua anak yang memiliki wajah mirip emaknya, tapi kepribadian mereka jelas berbeda. Yang satu benar-benar otak kanan dan satunya kiriiiiii banget (penelitian awal, selanjutnya kita lihat nanti) ^_^

bangun pagi
ngantuk beraaaaaat

Oia, mengenai bangun tidur, di usia satu tahun ini, Eca bangun tepat di jam lima pagi. Membangunkan Emaknya yang terlelap dalam mimpi-mimpi indahnya. Sedangkan Kaka Zia, di usia satu tahunnya selalu terlena dan terlelap di dinginnya udara pagi sampai jam sepuluh, dan terkadang baru bisa bangun jika sudah diusap air oleh Bunda Zia.

bangun pagi
Diajak solat kok malah bobo ^_^

Kebiasaan yang tertanam semenjak kecil itu akan terus menempel jika tidak diubah dan didisiplinkan semenjak dini. Karena Kaka Zia yang memang belum sekolah, terkadang masih betah dengan tidur paginya hingga pukul delapan pagi. Mengubah kebiasaan memang bukanlah hal yang mudah, apalagi kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil. Namun dengan usaha dan keyakinan, semua itu akan bisa diubah sejalan dengan waktu.

Jadi, jam berapa anda bangun pagi?

Bangun Pagi
Baca selengkapnya » 3 komentar

Jumat, 22 Agustus 2014

Trend Gigi Kelinci

Trend Gigi Kelinci


Para pekerja entertainment, atau yang biasa kita sebut artis, saat ini sedang ramai mengubah penampilan mereka. dan penampilan yang dirubah bukanlah tubuh atau wajah, akan tetapi gigi. Bukan gigi rapi dan sama rata yang mereka inginkan. Para artis itu menghabiskan ratusan juta untuk menonjolkan dua gigi depan mereka agar lebih panjang dari gigi samping. Yups, inilah trend Gigi Kelinci.

Entah kapan tepatnya trend ini dimulai. Dan tak ada yang tahu bahwa trend Gigi Kelinci akan menjadi suatu hal yang banyak diminati kalangan artis. Walaupun ratusan juta melayang, konon katanya memiliki gigi model ini membuat pemiliknya menjadi lebih pede dan terlihat cantik. Benarkah?

Tak tahu, apa hubungan Trend Gigi Kelinci ini dengan lagu lama Gang Kelinci yang diciptakan Lilis Suryani. Dan lagu ini masih sering terdengar dinyanyikan penyanyi senior Titiek Puspa. Apakah mungkin mereka tahu bahwa Kelinci akan populer di tahun 2014 ini? Entahlah, mungkin hanya karangan dan khayalan Bunda Zia saja.

Yang pasti, seperti apa pun model gigi kita, tetap harug dijaga kebersihan dan kesehatannya. Agar tidak mengganggu waktu tidur (ga nyambung)
^_^

trend gigi kelinci

Trend Gigi Kelinci
Bunda Zia
Baca selengkapnya » 1 komentar

Be Climber

Be Climber


Masih cerita seputaran masa mudik neh. Bunda Zia tahun ini pulang kampung loooooh. Seneng bisa kumpul keluarga walau jalan yang dicapai harus dengan macet yang super duper yahud khas lebaran ^_^.
Tapi bukan mau share tentang mudiknya, malahan mau curcol balik kampung setelah lebaran.

Sudah sepekan kami sekeluarga mudik di kampung Tasik Malaya. Hati riang, senang, namun kami sadar bekal sudah menyusut, dan orang-orang sudah mulai bosan melihat keberadaan kami yang kerjaannya cuma makan dan jalan-jalan hehehehehe ^_^

Di Sabtu Pagi, tepatnya pukul 05.30 kami mulai turun gunung. Ayah Zia, supir setia milik keluarga mulai ambil kendali. Mobil berjalan perlahan sambil menyapa orang di jalan yang hendak mencari nafkah untuk kesejahteraan badan agar bisa beribadah dengan tenang. Tidak melewati jalan kota, karena hendak menjemput bibi Ita yang sedang berkunjung ke rumah temannya semasa kuliah akhirnya kami ambil jalan menuju Singaparna.

Dengan tanya kanan kiri, akhirnya sampailah kami di tangga menuju kawah Gunung Galunggung. Sebenarnya berat untuk melangkah saat lihat anak tangga yang disinari sinar matahari terik di jam sebelas siang. Tapi gengsi donkkk, kan Bunda Zia yang keukeuh pengen pergi ke Galunggung dari zaman masih culun dulu hehehehe....
be climber
tingginya tangga yang terlihat dari bawah

Teringat cerita Pak Guru dahulu kala, Be Climber, tentang seorang pendaki yang tak lagi merasakan lelah karena sudah terbayarkan dengan indahnya alam di hadapannya. Dan akhirnya Bunda Zia memutuskan untuk terus mendaki hingga akhir puncak Galunggung.

Walau kaki pegal tak karuan, perut mual, kepala pusing dan panas terus melangkah maju, karena malu sama kakek-kakek yang baru saja turun dari puncak Galunggung. Ita yang menggendong Eca sesekali berhenti dan duduk di salah satu anak tangga. Zia mulai mengeluh kecapean dan digendong oleh Bapak atau Ayahnya secara bergantian. Umi berjalan pelan, alon-alon asal kelakon. Pokoknya capekkkkkk.
be climber
sambil istirahat, foto pemandangan aja ahhhh

Be Climber, aku masih muda, pasti kuat. Kata hati berteriak walau sudah gak kuat ^_^
Dan akhirnya kami sampai di puncak galunggung, semua lelah terbayarkan oleh pemandangan kawah dan pasir di atas. Senang, akhirnya koleksi foto pulang kampung kami lengkap.


be climber
kawah Gunung Galunggung

be climber
Indahnya Kawah Galunggung terganggu oleh sampah yang berserakan


be climber
Bi Ita narsis bareng Umi


Bunda Zia
Be Climber
Baca selengkapnya » 2 komentar

Jumat, 30 Mei 2014

Me Versus

Me Versus


Batuk yang kurasa beberapa hari ini, ya, aku tahu itu bukan hal biasa. Bukan batuk yang jika minum obat warung akan sembuh dalam dua atau tiga hari. Batuk yang disertai lemas dan meriang yang tak pula sirna dengan obat masuk angin dan juga flu yang melanda setiap paginya.

Kejadian yang bisa kujalani dengan biasa dan acuk tak acuh sebenarnya. Namun, ketika putri kecilku harus kena dampaknya, berat badan yang sudah 9 kg di usianya yang ke delapan bulan kini menyusut jadi 7 kg. Bingung. Ditambah lagi pekerjaan rumah yang terbengkalai, suami dan putri pertamaku, oh tidaaaaaak. Bagaimana mereka? Stress.

Rasa sakit di badan dan stress yang melanda, menambah daftar pekerjaan yang harus diselesaikan secara bersamaan. Mencoba pengobatan alternatif yang pernah kujalani tiga tahun lalu, saat Zia berusia 6 bulan dan harus disapih karena keadaanku yang juga seperti ini. Belum berhasil. Dan aku diperkirakan berpenyakit yang akan berdampak buruk jika terus menyusui Echa. No, aku ga boleh sakit, aku ga boleh stress. Me Versus

Satu minggu masih belum ada hasil. Akhirnya aku ngungsi (lagi) ke rumah Umi. Maaf Ayah Zia, aku belum bisa lakukan yang terbaik. Mencoba melepaskan semua kewajibanku di rumah rumah. Berharap sembuh segera datang. Umi memang hebat, merawatku dan dua anakku plus bapak yang saat itu kebetulan sedang sakit juga. Ditambah lagi harus terus bekerja di pasar. Sendirian. Umi is the best. Kalo istilah Ayah Zia sih, ibu yang paling setia sama anaknya. Hehehehe . . .

Berobat ke dokter langganan Bapak, berharap keajaiban datang. Dan masih belum ada hasil. Entah, sudah berapa rupiah yang dikeluarkan, namun keadaan itu masih seperti ini. Mencoba peruntungan ke rumah sakit ternama, mudah-mudahan ikhtiar kami tidak sia-sia. Echa bisa seperti sedia kala. Dan aktifitas pun bisa berjalan sesuai dengan keinginan hati. Bisa berguna bagi sesama, dan tidak hanya ngungsi sana sini dengan harap dikasihani. Me Versus

Do'a dan ikhtiar, hanya itu. Harapan untuk sembuh agar Echa bisa terus minum ASI. Dan Bisa berguna walau dengan cara yang sederhana. Yahhhh, biar kaya emak-emak produktif gitu. Oia, mudah-mudahan pas kontrol nanti, dokter ngasih obatnya jangan banyak-banyak ya . . . .

Me Versus
Bunda Zia


Baca selengkapnya » 2 komentar

Jumat, 21 Maret 2014

Kakinya Dingin

Kakinya Dingin


Sebenarnya sudah dapat aku prediksikan, malam ini Eca akan
agak rewel. Namun, karena keegoisanku yang ingin tetap pergi ke rumah kakak, akhirnya Eca benar-benar rewel.
Suhu tubuh Eca yang agak naik sudah kuketahui sejak kemarin. Namun, aku sedikit menyepelekan hal itu dikarenakan Eca yang jika sakit cukup diberi madu dan sembuh. Hingga akhirnya aku tetap saja pergi dengan membawa Eca ke rumah kakakku menggunakan sepeda motor walau cuaca sudah agak mendung.

Hujan yang turun sesaat sebelum adzan maghrib membuatku dan adikku, Yeni, berteduh dan lanjut saja ngobrol di rumah Mbak Anik, kakakku. Hingga terasa olehku suhu badan Eca yang terus naik dari waktu ke waktu. Kuhubungi Ayah Zia "Mas, Eca panas. Aku di Mbak Ani". Mendengar hal tersebut Ayah Zia langsung menjemputku di tempat Mbak Anik menggunakan mobil.

Sampai di rumah, Eca yang kelelahan tampak ngantuk. Tidur pulas tepat jam delapan malam. "Syukurlah kalau Eca nggak rewel" Ucapku dalam hati.
Kaget dengan adanya suara asing, Eca terbangun tepat di saat teman Ayah Zia datang di jam setengah sepuluh malam. Dengan suhu badan tinggi dan kakinya yang dingin Eca mulai rewel dan ingin terus digendong. Ya, kakinya dingin dan mulai kuberi minyak telon agar kaki itu menghangat.

Jam sepuluh Ayah Zia pergi main futsal dengan beberapa temannya. Dan tak lama Eca kembali rewel. Rasa bersalah, gelisah, pengen nangis, semua berbaur menjadi satu sambil kubalur tubuh Eca dengan minyak plus parutan bawang merah. Namun, panasnya tak kunjung turun. Dan kakinya masih tetap dingin.

Setiap ada motor lewat, kuintip keluar dan bukan Ayah Zia. Eca masih rewel sambil terus minta digendong.Dan tanpa ingin turun sedikitpun. Kucoba menidurkannya di kasur, namun dia langsung menangis dan sama sekali tidak mau ASI. Tengah malam Ayah Zia pulang, "Ayah, tar gendongnya gantian ya" Pintaku, yang langsung diiyakan tanpa pikir panjang Ayah Zia.

Tidur hanya beberapa jam dan tidak nyenyak itu tak enak. Ini mungkin pernah dirasakan oleh setiap Ibu. Terima kasih tak terkira terucap dalam hati untuk setiap Ibu di dunia, terutama Umi yang pastinya merasa khawatir dan gelisah saat aku sakit. Thanks Umi.

kakinya dingin
Eca bobo siang
Pagi hari, Ayah Zia menelfon Mbah dan menanyakan solusi untuk Eca. "Kakinya dingin gak?" tanya Mbah yang langsung kuiyakan. "Kalo kakinya dingin cepet diurut di Ibu belakang. Tapi kalo kakinya panas jangan diurut" Hal yang masih belum kupahami sepenuhnya dan langsung kukerjakan.
Alhamdulillah, setelah diurut, keadaan Eca berangsur membaik. Suhu tubuhnya mulai turun, walau rewelnya tak langsung hilang seketika. Dan tidur dari jam dua belas siang hingga jam empat sore. Mungkin membalas tidurnya tadi malam. Thanks Mbah, memang aku masih harus banyak belajar.

Bunda Zia
Kakinya dingin
Baca selengkapnya » 1 komentar

Catatan Cinta Bunda Zia