Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juli 2014

Hapalan Zia

Hapalan Zia


Di bulan Ramadhan ini, Zia yang memang lebih banyak tinggal dengan Umi, banyak menghabiskan waktunya di pasar. Dan komunitas pergaulannya ya hanya keluarga dan orang-orang di pasar saja. Belum banyak teman yang dimilikinya di luar itu. Karena memang Zia belum bersekolah.

Mengatasi kekosongan dalam diri dan otaknya, mulai Bunda Zia perkenalkan beberapa pelajaran kecil-kecilan. Seperti belajar membaca iqro (walau dia sudah belajar dengan guru ngajinya), belajar menulis arab, dan hapalan surat pendek.

Tak lama, dalam satu hari, masa serius kami paling lama adalah setengah jam. Zia yang lebih suka berlari dari pada menulis, dan lebih suka menari dari pada membaca. Hingga akhirnya waktu kami bersama banyak digunakan untuk menghapal sambil lari-larian ^_^

Belum banyak hapalan Zia, masih surat pendek di awal juz Amma. An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas dan dua ayat surat Al-Lahab. Mudah-mudahan Bunda selalu diberi kekuatan untuk memantau perkembangan hapalan Zia seterusnya. Amin

hapalan zia

Hapalan Zia
Baca selengkapnya » 2 komentar

Rabu, 19 Desember 2012

Zia vs Sikat Gigi

Zia vs Sikat Gigi


Zia vs Sikat gigi"Zia, sikat gigi dulu ya" Setiap kali kuucapkan kata itu, Zia (20 bulan) gadis kecilku langsung menutup mulut dengan kedua tangannya dan menoleh ke arah lain. Ya, Zia tidak mau menyikat giginya. Sangat tidak suka sikat gigi. Apalagi jika sikat gigi itu sudah kuberi pasta gigi di atasnya dan kupegang di tangan kanan mengarah ke mulutnya. Akirnya jadilah Zia vs sikat gigi.

Baru beberapa bulan ini aku memperkenalkan sikat gigi pada Zia. Karena menurut orang tuaku, jika gigi anak belum tumbuh semua, maka tidak boleh menyikat giginya, khawatir nanti giginya jelek. Entah benar atau tidak, namun ku belum menemukan fakta yang pasti akan hal tersebut. Tapi ternyata ku mulai tidak betah saat melihat gigi Zia mulai menguning disebabkan makanan. Dan kubeli sikat beserta pasta gigi khusus anak-anak.

Pada awalnya kubiarkan Zia memegang dan memainkan sikat giginya, tapi kok dia malah menghisap air yang ada di sikat dan pasta gigipun habis dimakannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kuputuskan Zia tidak boleh memegang sikat saat mulai menyikat gigi.

Zia vs Sikat gigi
zia dengan gigi kecilnya

Dan sungguh, entah rasa geli atau sakit atau lainnya. Yang pasti Zia tidak mau menyikat gigi. Dan aku harus memegang kedua tangan serta kepalanya saat acara menyikat gigi, dengan suara tangis yang bisa terdengar sampai ke depan rumah.

Sesekali kuberitahu apa manfaat sikat gigi dan akibat jika menyikat gigi. Namun, bunda Zia memang kurang sabar dan Zia yang belum bisa sabar. Akhirnya, Zia harus kupaksa untuk menyikat gigi. Ketika kutanyakan ke beberapa saudara tentang cara membujuk anak agar mau menyikat gigi. mereka hanya bilang "Semua anak kecil tidak mau menyikat gigi".

Zia vs Sikat gigi


Baca selengkapnya » 1 komentar

Kamis, 15 November 2012

Bayi lahir, trus ngapain?

Bayi lahir, trus ngapain?


Dua minggu sudah keponakanku lahir ke dunia ini. Aku suka gendong dia, bahkan setiap kali datang ke rumahnya, aku pasti gendong bayi 2 minggu itu. Sampai-sampai si empunya bayi marah-marah "ngapain digendong-gendong? ga nangis kok, nanti jadi manja dia" Aku jawab aja "Seru gendong Ihsan, ga berat kayak Zia" . Pasti donk, Zia kan sudah hampir 20 bulan. Dan Ihsan masih 2 minggu.

Nenek Ihsan, yang tidak lain adalah uaku memang sengaja turun gunung dari Tasikmalaya untuk menunggu anaknya melahirkan. Sudah hampir dua bulan dia menunggu Ihsan yang lahir di bulan ke 10 di kandungan ibunya. Melihat Ihsan yang terkadang kaget padahal bobo dipangkuanku persis waktu hujan di arisan keluarga, aku bertanya "Ua, kok Ihsan kayak kaget-kaget gitu sih?" "Iya, soalnya kalo sama bidan ga digebrak, beda sama paraji (yang suka membantu orang melahirkan di kampung)".

bayi lahir, trus ngapain?
2 keponakanku, Ihsan yang sebelah kanan
Emangnya kalo bayi baru lahir harus diapain sih? Itu pertanyaanku ke Ua yang memang rambutnya sudah hampir putih semua, dan Alhamdulillah Ua menjawab dengan sabar semua pertanyaanku. Nanya ke Ua kayak wawancara gitu, sambil dibeliin somay sepiring *nyogok.

Kebiasaan di kampung kami nan jauh di atas gunung sana melahirkan dibantu oleh paraji, akan tetapi rupanya bidan diikutsertakan baru-baru ini. Kakak tertua bapakku yang kebetulan seorang paraji memang benar-benar hebat. Konon katanya beliau pernah mengoperasi seorang pasien yang berpenyakit lambung akut tanpa alat medis sama sekali ckckckck . . .

Dan kini, beliau masih eksis membantu orang yang melahirkan di usia senjanya.
Saat sang jabang bayi lahir, oleh nenek atau uanya, bayi tersebut dimandikan dan diletakkan di atas ayakan *apa ya bahasa Indonesianya?. Sesudah itu, diletakkan di samping hawu alias tungku untuk memasak. Lalu diambil oleh sang Ua dan dielus-elus sambil didoakan. Terussss, sang bayi dibedong dan 7 orang disuruh gendong sambil mendoakan sang bayi merah tersebut.
Ibu sang bayi gimana? Tenang, ada yang ngurus kok. Si ibu disuruh makan kunyit, harangasu (ga tau maksud dan artinya), dan minum air lebu hangat (abu dari tungku).

Ketika sang bayi yang baru lahir menginjak hari ketiga, ada yang namanya posesi ngamanyuan. Yaitu segala macam daun-daunan dan kaliki (ga ngerti juga) ditumbuk dan dicampur air. Buat apa?????? Untuk si ibu mencuci tangan paraji dan meminta maaf kepada paraji atas kesalahannya dan telah merepotkannya saat melahirkan.

Hari ke-7, ini dia yang seru. bayi yang sudah rapi di bawa keluar rumah sama nenek atau uanya, kemudian diajak keliling rumah tujuh puteran, pusing ga ya bayinya?????. Sesudahnya, dibawa masuk lagi ke dalam rumah dan diambilkan anak ayam yang jenis kelaminnya sama dengan jenis kelamin sang bayi, lalu ambil semangkok beras dan uang seadanya. Ini persiapan proses ngahuripan. Sang ayam disuruh makan beras dimangkok tadi. Katanya, kalo ayamnya makan dengan cara mengelilingi mangkok berarti si bayi adalah calon orang yang memiliki derajat tinggi di masa datang. Setelah itu, sang bayi digendong ibunya, dan anak ayam tadi diputer-puter ke badan ibu dan bayinya, lagi-lagi tujuh puteran.

Masih belum selesai. Sang bayi lalu diletakkan di samping sang ibu, dan ditirag atau paraji mengetukkan lumpang (kayu panjang untuk menumbuk padi) ke sekeliling bayi. Apa manfaatnya? Menurut orang sih supaya bayi tidak penakut dan juga tidak kagetan. Ini nih jawaban Ua dari pertanyaanku tadi.

Sudah 40 hari loh bayinya. Berarti harus masak beras ketan dan sayur pahinum. Sayur ini terdiri atas kacang, jagung, dan hasil bumi lainnya yang dimasak jadi satu. Lalu beras ketan yang sudah dimasak tadi dimasukkan ke dalam cangkir untuk dimakan sang ibu plus sayur pahinum yang menurut kakakku enak tenan. Selanjutnya, paraji mendoakan sang ibu agar bisa cepat beraktifitas lagi. Dan sang ibu diserahkan kembali ke suaminya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kan udah 40 hari, xixixi....
Oia, sang ibu diurut di hari ketiga, ketujuh, dan keempt puluh.

Ini nih hasil wawancaranya, tapi kata Ua banyak yang kelewat. Udah lupa. Soalnya sekarang udah pada di bidan. Dan kata Ua lagi, dulu waktu aku lahir semua rentetan posesi ini kujalani dengan komplit lho, ga inget. Sekarang Ua sudah kembali ke Tasikmalaya, kampung yang sudah dua bulan ditinggalkan. Banyak kerjaan, katanya. Nanti kalau ada Ua boleh tuh nanya-nanya lagi. Bayi lahir, trus ngapain?

Baca selengkapnya » 2 komentar

Minggu, 26 Agustus 2012

Ceria Wajah Zia

Ceria Wajah Zia

Sebelum lupa dan ngalor ngidul kemana-mana, saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Mungkin ada salah tulis dalam postingan blog saya, atau ada yang tersinggung dan sakit hati karenanya.

Tiga hari sudah berlalu lebaranku, Hari Kemenangan yang ditunggu oleh seluruh umat Islam di dunia, dan Indonesia khususnya. Sebagai seorang muslim, tentunya saya bahagia dengan datangnya hari itu. Hari dimana setiap orang saling meminta maaf dan melebur dosa. Hari yang setiap orang harus berbahagia. Bahkan, di hari ini diharamkan berpuasa, karena seluruh umat haruslah mendapat sebagian rizki dari yang lainnya (zakat).

Mungkin sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, "termasuk di dalamnya keluarga besar saya". Musim lebaran adalah musim mudik, dan bagi yang tidak mudik pastilah menyempatkan waktu dan uang untuk pergi bertamasya ke tempat-tempat hiburan ibu kota. Dan keluarga kami tidak melaksanakan mudik pada lebaran tahun ini. Setelah diskusi dan telfon sana sini, akhirnya kami putuskan untuk bertamasya.

Si kecil Zia, memang sangat menyukai hewan. Bahkan, dia senang meniru beberapa suara hewan. Seperti ayam "U U", kucing "meng", anjing "uk uk". Dan bahkan dia pernah ikut meloncat-loncat saat melihat seekor monyet meloncat di hadapannya, Nah loohhh. Hal tersebut yang membuat Uminya (baca: nenek) ingin sekali membawa Zia pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Selain memang karena Zia senang melihat binatang, juga karena ingin mengenalkan Zia beberapa hewan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Dan di hari Senin setelah lebaran, Umi menelfon dan mengajak kami sekeluarga untuk pergi. Namun dia tidak memberi tahu tujuannya, suprise kata Umi.

Dan pergilah kami di hari Selasa pagi dijemput mobil Umi. Dengan senang hati kami sekeluarga ikut pergi dengan umi (gratis lhooo..). Menuju ke Kebun Binatang Ragunan.

Sesampai di TKP, Zia yang langsung melihat kuda berlari di hadapannya dan bersiap untuk berlari mengejar sang kuda padahal banyak orang lalu lalang di depannya. Sontak kami sekeluarga kaget. Dan alhamdulillah ayahnya sigap dan menangkap si kecil Zia (hore,,, ayah hebat). Dan kami memulai petualangan seru ini dengan melihat betapa besarnya gajah (waw""). Dan kami pun terus berkeliling berjalan kaki.

Berlanjut ke kandang primata yang keren, Zia masih belum ngeh n sadar. Tapi ketika sang primata kecil datang dengan dot di mulutnya Zia sedikit meloncat dan berteriak "tu tu" (baca: susu). Heboh, mungkin itu kata yang lumayan bisa mewakili sikap Zia ketika melihat monyet kecil meloncat dan berayun menghampiri induknya. Pokoknya rame abis, sampai-sampai aku malu karena banyak orang melihat ke arah kami. Ketika memasuki sarang hewan jenis aves, Zia kubiarkan berjalan dan berlari bersama kakak sepupu dan ayahnya. Dia terlihat sangat senang dan bahagia. Keceriaan tampak di wajah mungilnya.

Biawak, beruang, ular, buaya, harimau. Semua hewan dilihat dan diperhatikan oleh Zia kecilku, hingga tiba di kandang jerapah Zia kecilku tertidur lelap di gendongan ua-nya.

Dan keponakanku meminta untuk menonton pertunjukan hewan, kami menyetujuinya. Saat mengantri masuk, entah mungkin karena bising suara riuh rendah penonton di dalam atau karena panasnya hawa di siang hari itu, Zia pun terbangun dengan kata pertama "teteh" memanggil kakak sepupunya.

Masuk ke tempat pertunjukkan, Zia tersenyum senang melihat burung, linsang, dan beruang yang berakrobat. Semuanya hebat. Itulah akhir perjalanan kami ke Kebun Binatang hari itu. Semua pulang dengan riang gembira dan bercerita sambil membawa oleh-oleh Ragunan.

Sesampai di rumah, Zia menangis ingin tidur. Dan Zia tertidur lelap hingga pagi hari. It was a beautiful day, thanks Allah.




Baca selengkapnya » 1 komentar

Jumat, 17 Agustus 2012

Rambutku Mahkotaku

Rambutku Mahkotaku 

Zia, putri kecilku yang energik dan tak kenal dalam bermain. Ketika lelah mulai dirasa, dia akan meminta susu dan mencari bantal. Anak cerdas, itu menurutku dan semua keluargaku. Alhamdulillah.

Ketika dilahirkan, Zia memiliki rambut tebal dan hitam di atas kepalanya. Dengan wajah bulat sepertiku dan mata bulat milik ayahnya. Zia yang lucu dan senang menari serta memanjat apapun dihadapannya (agak ekstrem ya...). Sudah menjadi kebiasaan keluarga kami, ketika menginjak 40 hari umur bayi, maka dicukur rambutnya dan dipotong kukunya. Dan pergilah kami ke ibu haji yang sudah biasa mencukur rambut bayi. Karena untuk melakukannya sendiri, aku tak tega dan memang belum bisa ^_^ . Setelah dicukur habis rambutnya, kami kini melihat Zia yang benar-benar bulat. Lucu.

Dan ibu haji memberitahuku untuk melumuri kepala Zia dengan menggunakan Kemiri, seledri atau lidah buaya. Bahkan kakakku ikut berbicara, bahwa kepalanya harus dilumuri bagian putih dari kulit semangka. Kuikuti semua saran itu, karena anakku adalah perempuan, dan ku takut jika rambutnya tidak tumbuh.

Kini, menginjak 17 bulan umur Zia, dan rambutnya hanya tumbuh sedikit, bahkan lebih sedikit dari pada anak seumurannya. Rasa khawatir mulai merasukiku. Dan mulailah aku bertanya-tanya kepada orang-orang sekelilingku (sekarang ku sudah pindah rumah). Dan mereka bilang bahwa Zia harus dicukur kembali. Dan beberapa hari yang lalu aku beserta suami melakukannya ketika Zia tengah tidur siang.

Kepala Zia kembali tak berambut. Dan kumelihatnya seakan-akan dia kembali ke umurnya yang 2 bulan. Lucu. Tapi, sayang. Dia anak perempuan. harusnya kepalanya ditumbuhi rambut indah dan lebat. Seperti seorang putri dengan mahkota indah di atas kepalanya.

Kubawa dia menemui neneknya, dan ketika melihat Zia, ibu pun marah karena kepalanya tanpa rambut alias botak. "Kan mau lebaran, bukannya rambut dibagusin, dirapiin, eh malah dibotak habis. Harusnya dikasih minyak, dikasih lotin. Gimana sih kamu???" ibuku mulai berbicara dengan gayanya yang cepat. Dan aku hanya diam sambil sedikit nyengirrrr.

Sekarang kumulai lagi rutinutasku yang hampir kulupa, yaitu melumuri kepala Zia dengan segala sesuatu yang ada di dapur, agar rambutnya cepat tumbuh dengan lebat dan indah. Maafin bunda ya Zia......
Baca selengkapnya » 0 komentar

Senin, 16 Juli 2012

Berenang bersama Ayah Bunda

Belajar Berenang Yukkk...

Alhamdulillah, menginjak 14 bulan umur Zia Cantik. Dia sudah mulai bisa mengekspresikan apa yang disukai dan tidak disukainya. Mulai dari makanan, pakaian, mainan, hingga lingkungan bermain.
I Love Sunday,
hari minggu adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk kami bertiga benar-benar bersama, menghabiskan waktu dengan bermain dan tertawa yang disisipi belajar didalamnya. Dan kami putuskan untuk berenang bersama keluarga.
Zia masih takut dengan air, namun dia suka dengan suasana kolam renang yang ramai dan penuh dengan warna warni baju renang serta ban yang dikenakan pengunjung. Tegang, dia masih juga takut air, bahkan ku khawatir dia akan mabuk air (GAWAT).
tapi kekhawatiraku ditenangkan seketika oleh ayah, dan Zia mulai berani menyentuh air, dan tak menangis ketika mulai masuk ke dalam air. Memang, belajar berenangnya hanya sebentar (dingin, brrrrr....).
Namun, hal itu banyak memberikan latihan fisik untuk Bunda, Ayah, dan terutama Zia Cantik.
Baca selengkapnya » 1 komentar

Sabtu, 16 Juni 2012

Mengenal Jenis Batuk Pada Anak

Mengenal Jenis Batuk Pada Anak

Sering kita menemukan gejala batuk pada anak. Pada amumnya batuk merupakan terapi yang dilakukan tubuh untuk membersihkan jalan nafas. Banyak gejala batuk yang tak memerlukan penanganan serius, namun pada beberapa kasus ada batuk yang butuh ditangani secara medis. Berikut jenis-jenis batuk pada anak:


Batuk karena GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Bunyi batuknya seperti decitan dan bersifat garing. Biasanya terjadi setelah si kecil makan dan sekali batuk, batuknya akan sulit berhenti. Batuk inipun akan bertambah parah jika si kecil berbaring. Jika bayi Anda menderita GERD, maka dia akan rewel dan bisa sesekali muntah.

Penyebab Batuk GERD,diantaranya: GERD (gastroesophageal reflux disease) sebenarnya disebabkan oleh lemahnya pita otot yang berada di antara esophagus dan perut. Yang selanjutnya akan membuat cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut, malah mengalir kembali ke atas. Bahkan terkadang cairan ini bisa masuk ke paru-paru anak Anda dan menimbulkan batuk kronis.

Mengatasi Batuk Akibat GERD diantaranya dengan: 
Dudukkan bayi atau anak Anda selama sekitar 30 menit setiap kali sesudah makan,; 
Cobalah untuk meninggikan bantalnya ketika ia tidur; 
Sebaiknya mereka berhenti dulu mengkonsumsi makanan seperti soda, coklat, permen, jeruk dan tomat; 
Jika penyakitnya berlanjut hingga lebih dari 2 minggu, segera bawa ke dokter.

Batuk Sesak

Adapun gejala batuk sesak yaitu : batuknya melengking, kering, biasanya sering mulai pada pertengahan malam, suara batuknya tidak seperti batuk biasanya, melainkan lebih seperti gonggongan anjing laut. Suara batuk  yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan. Gejala lain,pada awalnya anak Anda mungkin demam ringan gejala seperti sesak atau pilek selama beberapa hari, suara menjadi serak dan berat yang terjadi sepanjang hari dan akan lebih buruk pada malam hari ketika anak Anda menangis.

Penyebab Batuk Sesak yaitu : 
Batuk sesak sering disebabkan oleh virus parainfluenza. Kadang-kadang oleh virus respiratory syncytial atau berbagai virus pernafasan lainnya. Biasanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala demam. Kerongkongan dan tenggorokan akan membengkak sehingga salurannya menyempit. Banyak ditemukan pada anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun.

Mengatasi Batuk Sesak dengan cara:
Perawatan sendiri di rumah dapat mempercepat pemulihan anak Anda, sehingga perawatan lebih intensif jarang diperlukan. Sementara itu, anak Anda akan tetap nyaman dengan beberapa langkah sederhana.
Bertindak  tenang dan buat anak Anda tenang. Ajak ia duduk, membaca buku atau bermain dengan permainan yang tidak melelahkan. Menangis hanya membuatnya lebih sulit bernafas.
Melembabkan udara. Gunakan humidifier di kamar tidur anak Anda atau bawa anak Anda untuk bernafas dalam udara lembab di kamar mandi yang beruap hangat selama 10 menit.
Buatlah suasana segar dan sejuk. Terkadang bernafas dengan udara segar dan sejuk bisa membantu mengatasi sesak. Bukalah jendela atau hidupkan alat pelembab ruangan. Jika udara di luar rumah lebih dingin, bungkuslah anak Anda dalam selimut dan berjalanlah di luar selama beberapa menit.
Duduk tegak dapat membuatnya bernafas lebih mudah. Pertahankan anak Anda dalam posisi tegak lurus.
Tawarkan minuman. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau formula yang biasa diminumnya. Untuk anak-anak, sup atau buah dingin segar dapat membantu.
Tidur dapat membantu anak Anda melawan infeksi.
Temanilah anak anda ketika tidur, sehingga Anda dapat mengambil tindakan cepat jika gejala anak Anda menjadi parah.

Batuk Kering (Pertussis)

Gejala Yang Disebabkan Batuk Kering

Batuknya kering dan sangat panjang. Ketika si kecil batuk, dalam sekali nafas ia bisa batuk lebih dari 20 kali. Dan ketika ia menarik nafas, biasanya Anda bisa mendengar suara melengking tinggi. Sebelum batuknya parah, biasanya anak Anda akan menampakkan gejala-gejala flu, tapi tanpa disertai demam.

Penyebab Batuk Kering (Pertussis)

Batuk kering  disebabkan oleh bakteri yang sangat mudah menyebar, yang menyerang tenggorokan serta paru-paru.

Mengatasi Batuk Kering dengan:

Menggunakan antibiotik. Hubungi dokter Anda. Terkadang, bayi Anda juga harus dirawat untuk menyedot cairan yang menyumbat tenggorokannya. Pada banyak kasus, batuk ini bisa berlangsung hingga bermingu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Untuk mencegah batuk pada anak :

ASI adalah sumber imunitas yang sangat penting untuk bayi. Survey membuktikan, bayi yang mendapatkan ASI dari ibunya akan lebih tahan terhadap infeksi.
Usahakan untuk tidak memberikan antibiotik pada si kecil. Seringkali infeksi yang menyerang si kecil (dalam hal ini batuk-pilek) hanyalah infeksi virus yang akan sembuh sendiri tanpa antibiotik.
Sudah sewajarnya ibu begitu ingin anaknya cepat sembuh. Tapi itu bukan berarti “tidak mempercayai” dokter A dan besoknya diperiksakan ke dokter B, dan malamnya pindah ke dokter C. Itu justru akan mengacaukan pengobatan. Akan lebih baik jika ibu memiliki dokter yang dipercaya, sehingga tahu betul individualisasi pengobatan untuk anak ibu.

dan untuk pengobatan pertama pada batuk anak, siapkanlah bunga blimbing wuluh dan gula batu. lalu bungkus keduanya di plastik dan kukus. gula batu yang anda masukkan akan berubah menjadi air. dan minumkan selagi hangat.

selamat mencoba.

Baca selengkapnya » 0 komentar

Catatan Cinta Bunda Zia