Tampilkan postingan dengan label eca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eca. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2015

kakak dan keisha

Kakak dan keisha

Memiliki dua orang putri dengan usia selisih dua tahun memang mengasikkan. Belum selesai urusan dengan si sulung, yang bungsu sudah berteriak memanggil. Saat Kakak minta duduk manja di pangkuan, adiknya datang sambil merengek minta dipangku juga.

Kakak yang memang belum genap berusia lima tahun harus menerima kenyataan bahwa dia tidak lagi sendiri. Di usia dua tahun, kakak sudah punya adik. Usia dimana seharusnya dia masih digendong-gendong manja. Ternyata harus berbagi bunda.

Kakak yang memang sudah memiliki temannya sendiri kadang ingin pergi bermain tanpa adiknya. Dan jika keisha ingin ikut, kakak sedikit cemberut. Dan ada kalanya kakak memiliki makanan atau mainan berlebih, yang diberi justru temannya, bukan adiknya. Tak jarang kakak mengganggu keisha yang sedang asik dengan mainannya. Dan sering juga kakak mengambil paksa mainan miliknya jika sedang di tangan keisha.

Mungkin, karena isi tas kakak yang unik dan beragam, keisha selalu ingin membuka tas kakak dan menghamburkan isinya. Dan tetap ingin mencoret buku kakak walaupun keisha sudah diberi buku sendiri.

Namun, jika mereka hanya berdua dan bunda sedang shalat atau mengerjakan hal lain dan keisha terjatuh kesakitan atau menginginkan sesuatu yang tak bisa digapainya. Kakak selalu siap menolong dan mengelus-elus keisha. Hingga reda tangis keisha atau bunda datang membantu.

Selalu ada hal unik nan menarik yang mereka ajarkan pada bunda.
Semoga selalu sehat kakak dan keisha

catatan cinta bunda

Baca selengkapnya » 0 komentar

Minggu, 14 September 2014

Bangun Pagi

Bangun Pagi


Anda suka bangun pagi? Jarang Bangun Pagi? Tidak pernah Bangun Pagi? Atau Bangun Pagi lalu tidur lagi? Apapun pilihan Anda, Anda tahu sendiri kebutuhan jasmani dan rohani Anda. Setiap orang memang memiliki porsi dan kebiasaan mereka masing-masing. Kebiasaan seseorang yang ditanamkan dalam dirinya akan menjadi karakter tersendiri yang menjadi ciri khasnya.

Kali ini Bunda Zia lagi ngomongin Bangun pagi. Baru punya anak dua sudah heran dan mikir, ternyata walau bapak dan emaknya sama, setiap individu bisa memiliki kepribadian yang berbeda. Yups, Kaka Zia dan Eca, dua anak yang memiliki wajah mirip emaknya, tapi kepribadian mereka jelas berbeda. Yang satu benar-benar otak kanan dan satunya kiriiiiii banget (penelitian awal, selanjutnya kita lihat nanti) ^_^

bangun pagi
ngantuk beraaaaaat

Oia, mengenai bangun tidur, di usia satu tahun ini, Eca bangun tepat di jam lima pagi. Membangunkan Emaknya yang terlelap dalam mimpi-mimpi indahnya. Sedangkan Kaka Zia, di usia satu tahunnya selalu terlena dan terlelap di dinginnya udara pagi sampai jam sepuluh, dan terkadang baru bisa bangun jika sudah diusap air oleh Bunda Zia.

bangun pagi
Diajak solat kok malah bobo ^_^

Kebiasaan yang tertanam semenjak kecil itu akan terus menempel jika tidak diubah dan didisiplinkan semenjak dini. Karena Kaka Zia yang memang belum sekolah, terkadang masih betah dengan tidur paginya hingga pukul delapan pagi. Mengubah kebiasaan memang bukanlah hal yang mudah, apalagi kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil. Namun dengan usaha dan keyakinan, semua itu akan bisa diubah sejalan dengan waktu.

Jadi, jam berapa anda bangun pagi?

Bangun Pagi
Baca selengkapnya » 3 komentar

Jumat, 30 Mei 2014

Me Versus

Me Versus


Batuk yang kurasa beberapa hari ini, ya, aku tahu itu bukan hal biasa. Bukan batuk yang jika minum obat warung akan sembuh dalam dua atau tiga hari. Batuk yang disertai lemas dan meriang yang tak pula sirna dengan obat masuk angin dan juga flu yang melanda setiap paginya.

Kejadian yang bisa kujalani dengan biasa dan acuk tak acuh sebenarnya. Namun, ketika putri kecilku harus kena dampaknya, berat badan yang sudah 9 kg di usianya yang ke delapan bulan kini menyusut jadi 7 kg. Bingung. Ditambah lagi pekerjaan rumah yang terbengkalai, suami dan putri pertamaku, oh tidaaaaaak. Bagaimana mereka? Stress.

Rasa sakit di badan dan stress yang melanda, menambah daftar pekerjaan yang harus diselesaikan secara bersamaan. Mencoba pengobatan alternatif yang pernah kujalani tiga tahun lalu, saat Zia berusia 6 bulan dan harus disapih karena keadaanku yang juga seperti ini. Belum berhasil. Dan aku diperkirakan berpenyakit yang akan berdampak buruk jika terus menyusui Echa. No, aku ga boleh sakit, aku ga boleh stress. Me Versus

Satu minggu masih belum ada hasil. Akhirnya aku ngungsi (lagi) ke rumah Umi. Maaf Ayah Zia, aku belum bisa lakukan yang terbaik. Mencoba melepaskan semua kewajibanku di rumah rumah. Berharap sembuh segera datang. Umi memang hebat, merawatku dan dua anakku plus bapak yang saat itu kebetulan sedang sakit juga. Ditambah lagi harus terus bekerja di pasar. Sendirian. Umi is the best. Kalo istilah Ayah Zia sih, ibu yang paling setia sama anaknya. Hehehehe . . .

Berobat ke dokter langganan Bapak, berharap keajaiban datang. Dan masih belum ada hasil. Entah, sudah berapa rupiah yang dikeluarkan, namun keadaan itu masih seperti ini. Mencoba peruntungan ke rumah sakit ternama, mudah-mudahan ikhtiar kami tidak sia-sia. Echa bisa seperti sedia kala. Dan aktifitas pun bisa berjalan sesuai dengan keinginan hati. Bisa berguna bagi sesama, dan tidak hanya ngungsi sana sini dengan harap dikasihani. Me Versus

Do'a dan ikhtiar, hanya itu. Harapan untuk sembuh agar Echa bisa terus minum ASI. Dan Bisa berguna walau dengan cara yang sederhana. Yahhhh, biar kaya emak-emak produktif gitu. Oia, mudah-mudahan pas kontrol nanti, dokter ngasih obatnya jangan banyak-banyak ya . . . .

Me Versus
Bunda Zia


Baca selengkapnya » 2 komentar

Jumat, 21 Maret 2014

Kakinya Dingin

Kakinya Dingin


Sebenarnya sudah dapat aku prediksikan, malam ini Eca akan
agak rewel. Namun, karena keegoisanku yang ingin tetap pergi ke rumah kakak, akhirnya Eca benar-benar rewel.
Suhu tubuh Eca yang agak naik sudah kuketahui sejak kemarin. Namun, aku sedikit menyepelekan hal itu dikarenakan Eca yang jika sakit cukup diberi madu dan sembuh. Hingga akhirnya aku tetap saja pergi dengan membawa Eca ke rumah kakakku menggunakan sepeda motor walau cuaca sudah agak mendung.

Hujan yang turun sesaat sebelum adzan maghrib membuatku dan adikku, Yeni, berteduh dan lanjut saja ngobrol di rumah Mbak Anik, kakakku. Hingga terasa olehku suhu badan Eca yang terus naik dari waktu ke waktu. Kuhubungi Ayah Zia "Mas, Eca panas. Aku di Mbak Ani". Mendengar hal tersebut Ayah Zia langsung menjemputku di tempat Mbak Anik menggunakan mobil.

Sampai di rumah, Eca yang kelelahan tampak ngantuk. Tidur pulas tepat jam delapan malam. "Syukurlah kalau Eca nggak rewel" Ucapku dalam hati.
Kaget dengan adanya suara asing, Eca terbangun tepat di saat teman Ayah Zia datang di jam setengah sepuluh malam. Dengan suhu badan tinggi dan kakinya yang dingin Eca mulai rewel dan ingin terus digendong. Ya, kakinya dingin dan mulai kuberi minyak telon agar kaki itu menghangat.

Jam sepuluh Ayah Zia pergi main futsal dengan beberapa temannya. Dan tak lama Eca kembali rewel. Rasa bersalah, gelisah, pengen nangis, semua berbaur menjadi satu sambil kubalur tubuh Eca dengan minyak plus parutan bawang merah. Namun, panasnya tak kunjung turun. Dan kakinya masih tetap dingin.

Setiap ada motor lewat, kuintip keluar dan bukan Ayah Zia. Eca masih rewel sambil terus minta digendong.Dan tanpa ingin turun sedikitpun. Kucoba menidurkannya di kasur, namun dia langsung menangis dan sama sekali tidak mau ASI. Tengah malam Ayah Zia pulang, "Ayah, tar gendongnya gantian ya" Pintaku, yang langsung diiyakan tanpa pikir panjang Ayah Zia.

Tidur hanya beberapa jam dan tidak nyenyak itu tak enak. Ini mungkin pernah dirasakan oleh setiap Ibu. Terima kasih tak terkira terucap dalam hati untuk setiap Ibu di dunia, terutama Umi yang pastinya merasa khawatir dan gelisah saat aku sakit. Thanks Umi.

kakinya dingin
Eca bobo siang
Pagi hari, Ayah Zia menelfon Mbah dan menanyakan solusi untuk Eca. "Kakinya dingin gak?" tanya Mbah yang langsung kuiyakan. "Kalo kakinya dingin cepet diurut di Ibu belakang. Tapi kalo kakinya panas jangan diurut" Hal yang masih belum kupahami sepenuhnya dan langsung kukerjakan.
Alhamdulillah, setelah diurut, keadaan Eca berangsur membaik. Suhu tubuhnya mulai turun, walau rewelnya tak langsung hilang seketika. Dan tidur dari jam dua belas siang hingga jam empat sore. Mungkin membalas tidurnya tadi malam. Thanks Mbah, memang aku masih harus banyak belajar.

Bunda Zia
Kakinya dingin
Baca selengkapnya » 1 komentar

Catatan Cinta Bunda Zia