Bebek Kain
Mengiring pengantin laki-laki berarti membawa macam-macam bawaan hadiah yang indah. Dibentuk sedemikian rupa agar terlihat lebih unik. Itu yang biasa biasa orang bilang hantaran pengantin atau peningsat. Pernah bikin hantaran ? Saya pernah.
Besok tetangga saya mau nikah di kediaman mempelai wanita. Saya tidak ikut, karena terlalu jauh dan ada acara sehabis dzuhur nanti. Sore tadi tiba-tiba kakak saya manggil, dan bertanya "Kamu bisa bikin hantaran ga?" Otomatis kugelengkan kepala. "Dah seharian ga selesai2 neh. Dari tadi diuwek-uwek sampai ganti plastik berkali-kali ga ada yang bisa" jelas si empunya hajat.
"Ya udah, cari di internet aja, trus kita bikin sendiri" jawabku. Dan kubuka beberapa situs untuk dijadikan bahan rujukan pembuatan hantaran dadakan oleh orang-orang amatiran. hehehehe...
Untunglah kupunya banyak stok koran, karena memang koranlah yang dijadikan pembentuk 'bebek' yang akan kami ciptakan dari mukena.
![]() |
| belum diplastikin dan belum dikasih kalung |
Mau tau caranya?
* Kertas koran dilipat agak panjang dan diujungnya dibentuk sedikit bulat membentuk leher dan kepala bebek. Dan diujung lain agak dimekarkan untuk tempat bebek berdiri.
* lilitkan ujung mukena dan buat ujungnya sedikit lancip untuk tempat paruh bebek.
* Kencangkan mukena ke koran dengan menggunakan jarum pentul.
* Berdirikan bebek ditengah-tengah dan tancapkan dengan menggunakan jarum.
* Agar tidak dilipat begitu saja, bentuk sajadah menjadi bentuk kipas dan taruh di belakang dijadikan ekor bebek.
* Tutupi paruh dan leher bebek dengan pita atau kertas berwarna agar lebih indah. Tempel mata bebeknya ya . , .
* Jangan lupa tutup dengan plastik transparan agar terjaga kebersihannya.
![]() |
| masih bengkok padahal udah dibungkus plastik |
Jadilah hantaran pengantin bebek dari mukena yang baru pertama kali kami buat. Acak-acakan dan amburadul. Mudah-mudahan bebek tetap tegak hingga di rumah mempelai wanita. Amin.
![]() |
| Hantaran sudah siap |






