Tampilkan postingan dengan label acara keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label acara keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

Happy Holiday

Happy Holiday


Bagi sebagian orang, liburan bisa berarti bepergian ke suatu tempat sambil membawa bekal dan menghabiskan banyak uang. Namun bagi sebagian lainnya, liburan bisa berarti berkumpul bersama keluarga dan menghabiskan waktu bersama walau tidak menghabiskan banyak uang. Hemat gituhhhh.

Dan hari ini, Bunda Zia merasakan sensasi lain dari Happy Holiday. Liburan bersama keluarga tercinta yang tak bisa tergantikan feelingnya ^_^   Karena Kesenangan dari liburan ini tak dicari dan dibuat dengan sengaja, akan tetapi hadir begitu saja sesuai keinginan hati.

Hari ini Bunda rencana pergi ngambil barang pesenan Tupperware di Rawa Panjang. Pergi berdua Eca dan ga usah kasih tau Kaka Zia yang nginep di rumah Umi, biar gak ribet. Soalnya kakak suka banyak jajan kalo dah ke Bekasi.
Jam delapan sudah cantik plus rapi, Bunda dan eca siap pergi. Dan kakak nongol tanpa salam dan sapaan, langsung nanya "kok udah rapi? Emang mau kemana? kakak mau ikut". gagal merayu Kakak untuk ditinggal dengan bibinya, akhirnya Bunda nyerah. Kakak mandi dan siap untuk pergi. Yuk berangkatttttttt.

Mengendarai mobil merah kesayangan dengan tulisan K-11 kami bertiga memulai langkah. Sesudah sampai di TKP. Tanpa basa basi Zia langsung nunjuk Mini Market itu dan minta Mainan, minuman, serta jajanan. OH tidakkkkkk. Dagangan belum diambil, kok udah harus keluar duit segitu. Hikssss. Mbak Anis yang kutunggu langsung masuk ke Mini Market saat melihatku ada di dalam. Dan transaksi kami pun berlangsung di sana.

Usai transaksi, kami beli buah untuk persiapan acara arisan keluarga siang ini. Dan kami pun pulang dengan mobil merah yang berbeda, namun tetap dengan tulisan K-11. Sesampainya di pasar, Bunda yang memang suka telat bayar listrik, akhirnya mampir ATM sebentar. Takut disamperin abang-abang PLN besok hari. Tapi kok pas keluar ATM, harum bau bakso mulai menggugah selera dan perut yang memang lapar belum makan. Tapi Bunda mau beli soto aja ahhhh.
"Bun, aku laper. Mau makan Bakso. Tapi makannya di sini ya sama Bunda" Anakku Zia memang pandai menggunakan situasi.
Happy holiday

Dengan agak berat hati sambil itung duit dalam dompet, kami menuju warung bakso dan mulai memesan dua porsi bakso. Ya, dua porsi. Karena Kakak Zia tidak akan cukup dengan setengah porsi. Kalo Eca sih, dua butir dipotong kecil-kecil juga udah cukup ^_^
Satu botol teh tidak akan dilupakan Zia. Itu sudah jadi kebiasaannya kalo makan bakso.

happy holiday
Eca ikut berpartisipasi makan bakso

Diinget-inget, udah lama kita ga pernah makan di luar. Ternyata makan bakso dengan dua anak kecil itu seru. Bahkan lebih seru dari pada makan di restoran mahal. Lirik dompet hehehehe
Kakak makan lahap, Eca juga gak mau kalah seru sama kakaknya. Anak-anak memang paling tau hal yang bisa bikin Bunda bahagia. Makan sambil bercanda dan ngoceh sana sini. Akhirnya selesai juga acara makan kami dengan meninggalkan meja yang super kotor. Maaf ya abang bakso. namanya juga anak-anak ^_^
happy holiday
Makan bakso pake tangan ???????
Sampai rumah, keduanya tampak kelelahan, dan akhirnya tidur dengan nyenyak. Trus Bunda nyusul juga deh ke tempat tidur
Makasih Kakak, makasih Eca.
Sumber kebahagiaan yang tak ada habisnya

Happy Holiday
Baca selengkapnya » 2 komentar

Selasa, 17 Desember 2013

Semalam Tadi

Semalam Tadi


Setelah berkeluarga, dan tinggal jauh dari orang tua, serasa suasana berkumpul bersama adalah hal yang sangat berharga. Walau berkumpul bersama orang tua hanya satu atau dua jam, namun hal itu bisa meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan indah.
Apalagi jika ternyata bisa berlama-lama nonton TV dengan bapak. Kalo ga nonton tinju, pasti nonton bola. Suatu acara yang membosankan, yang dengan keberadaan bapak bisa menjadi acara favorit sepanjang hari. Seperti semalam tadi.

semalam tadiAnak manja, mungkin bisa dibilang seperti itu. Seminggu tak singgah di rumah orang tua serasa gatel pengen pergi. Izin dulu dong pastinya ^_^. Kusuruh adikku menjemput dengan motor barunya. Agar bisa bertemu dengan Mimi dan Bapak. Tapi karena Ayah Zia gak ada di rumah, kuputuskan untuk menginap saja di rumah Mimi. Dan akan pulang saat dijemput Ayah Zia.

Bapak yang biasanya pulang dari mushola setelah shalat Isya usai, semalam tadi Bapak pulang lebih cepat. Agak heran, kutanya saja "kok pulang cepet pak, emang ada apa?" "Lha, emang gak tau, kan ada bola, Indonesia lawan Myanmar malem ni" Jawab Bapak sambil mencari remote TV mencari channel yang dimaksud. Pertandingan bola yang kurasa hambar dan biasa saja, kini menjadi rame dan terus kuperhatikan jalan permainannya. Karena Bapak terus saja bicara menjelaskan permainan para pemain Indonesia yang Bapak sendiri baru tahu kalo acaranya live dari Myanmar. hehehe ...

Permainan terus kuikuti sampai selesai dengan scor 1-0 untuk Indonesia. Pokoknya, kalo ada Bapak acara tinju sampai Sinetron pasti jadi seru. Apalagi ternyata semalam ada penonton yang turun ke lapangan. Seneng nonton sambil ngemil, hingga tak sadar opak satu toples habis berdua. Semalam tadi bersama Bapak.

Bunda Zia
Baca selengkapnya » 0 komentar

Rabu, 24 Juli 2013

Jalan Pagi

Jalan Pagi


jalan pagi
Hal yang sering dipandang sebelah mata dan terkadang diabaikan banyak orang. Dan banyak juga orang yang menganggapnya hal tidak penting yang hanya akan menghabiskan waktu saja.
Jalan pagi, hal yang mudah dilakukan namun terkadang sulit dijadikan kebiasaan. Padahal banyak sekali manfaat yang akan didapatkan dari hal tersebut. Kebiasaan baik yang bisa diandalkan bagi banyak orang awam, tidak bagi atlet dengan bidang tertentu pastinya.

Selain hawa sejuk di pagi hari, jalan pagi juga dapat menyegarkan mata dan melegakan hati. Banyak hal yang bisa dilihat dan akan banyak pelajaran yang ditemukan. Terutama jika memang dilakukan di daerah minim kendaraan yang penuh dengan warga ramah khas Indonesia.

Banyak lansia yang dianjurkan dokter untuk memulai aktifitas pagi dengan jalan pagi. Agar mereka bisa tetap menjaga stamina dan merasa awet muda. Dan hal ini juga sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Apalagi jika sedang hamil tua alias sebentar lagi melahirkan, "Orang hamil jangan pernah tidur di pagi hari" itu pepatah para orang tua.

Itulah kebiasaan paling sulit yang sedang kujalani akhir-akhir ini. Mendekati masa-masa persalinan yang menurut bu Bidan seminggu setelah lebaran, harusnya ku sudah rajin jalan pagi dan olah raga kecil-kecilan ala ibu hamil. Tapi ternyata kenyataan selalu tidak semudah yang kita rencanakan dan pikirkan. Harus selalu mencari setitik motivasi untuk bangun pagi di saat semua orang tidur setelah sahur di bulan Ramadhan ini.

jalan pagi
Jalan Pagi bareng Zia

Walau dengan mata kedap-kedip dan kepala agak pusing, tetap semangat untuk terus maju berjalan kaki di pagi hari. Semangat ^_^

Jalan Pagi
Bunda Zia
Baca selengkapnya » 2 komentar

Jumat, 04 Januari 2013

Setelah Sekian Lama (2)

Setelah Sekian Lama (2)


Sebelumnya di Setelah Sekian Lama, Akhirnya . . .


foto dulu di masjid kampus
Sebelum adzan shubuh berkumandang, Ita sudah bersiap bangun dan mandi. Seusai shalat, Ita diantar Bapak dan Ayah Zia. Karena pastinya ga sempet sarapan dan takut Ita kelaparan, kuberi dia segelas shake mix. Mudah-mudahan bisa bertahan hingga selesai acara nanti.

Zia masih belum juga bangun. Aku dan Mimi sudah siap, hanya tinggal ganti baju. Kusarankan Mimi ke salon, tapi katanya "kan ada teteh, ngapain ke salon??" Wah, emang ku bisa apa? Coba corat-coret wajah, lumayan lah. Daripada ga ada polesan apa-apa.

Setelah sekian lama, pergi juga kami ke acara wisuda Ita. Jam delapan kami siap pergi ke Kampus, dan sebelumnya menjemput para ua di Al-Munawar terlebih dahulu.Sesampainya disana, kami diturunkan di depan gerbang, sedangkan ayah Zia memarkirkan mobil entah dimana. Subhanallah, namanya rezeki ada dimana-mana. Ini kampus apa pasar malem?
Pedagang bunga yang kutemui pertama kali, kuambil seikat bunga yang ku tak tahu namanya. Eh, Zia ikut-ikutan ambil sekuntum bunga mawar merah yang indah dan langsung dirusaknya begitu saja. Jiaaaah, harus dibayar deh.

Acara masih terus berlanjut, Zia sudah ambil arum Manis dan memakannya. Jajan lagi. Kami beristirahat di masjid kampus sambil menunggu acara selesai. Ditinggal ke kamar mandi, Zia sudah mengambil kipas Angry Bird dan berhasil menyobek plastiknya serta sudah menggigit sebuah es krim. Gimana kalo ditinggal mandi??

Setelah sekian Lama . . .
Alhamdulillah, sekitar jam 12.00 acara wisuda selesai. Ada yang membuatku sedikit ndeso. Kok ada arak-arakan segala ya. Para wisudawan banyak yang diarak ma ketua BEM. Kalo aku dulu ga gitu deh hehehehe . . .

arak-arakan wisudawan

ada yang naek sisingaan segala
Setelah bertemu Ita, tak lupa kami segera cari tukang foto. Mau narsis dulu. Mumpung lagi cantik ^_^ Bergatian kami berpose. Ga apa-apa deh bibir memble yang penting ga bayar huahahaha . . .

Melepas lelah di masjid kampus lagi. Dah lumayan sepi. Shalat dzuhur bergantian dan ambil timbel di mobil. Makan deh. Laperrrr. . .
Siang ini berencana melanjutkan perjalanan ke Kampung Halaman nan jauh di atas gunung. Dua hari di kampung, cukup menyenangkan dengan berbagai acara keluarga.

narsis berdua
mau shalat, bongkar riasan dulu
Setelah itu, di senin pagi kami pulang kembali ke Bekasi. Kembali dengan rutinitas masing-masing. Ita ikut pulang, namun tidak lama. Dia harus kembali ke Tasik untuk urusan ijazah dan beberapa urusan kuliah serta pesantrennya. Alhamdulillah, semua anak bapak sudah sarjana.
Walau Bapak ga tau rasanya bangku sekolah, tapi anak Bapak harus memiliki bangku sekolah. Perkataan Bapak dulu sekali. Thanks Pak.

Setelah Sekian Lama (2)
Bunda Zia
Baca selengkapnya » 5 komentar

Selasa, 13 November 2012

Arisan Berair

Arisan Berair

Pernah pergi arisan keluarga? Suasana yang ramai dan penuh dengan celoteh sanak saudara dan anak kecil yang tak mau berhenti, sehingga orang berbicara tak terdengar telinga. Ya, hari Minggu lalu saya dan Zia pergi untuk berkumpul bersama keluarga. Memenuhi undangan salah satu sanak keluarga untuk mengadakan arisan di rumahnya.

Rumah di perkampungan Bantargebang yang penuh dengan kontrakan. Bantargebang bukan hanya TPA (Tempat Pembuangan Sampah) aja lho... Bantargebang itu luassss.....
Ayah Zia hanya  mengantar sampai tempat, tidak ikut hadir karena ada temannya yang datang nan jauh dari Jawa sana. Walhasil, aku dan Zia hanya berdua merasakan momen asik ini. Acara dimulai setelah Dzuhur, cuaca yang memang agak panas dan hareudang, menyelimuti arisan keluarga hari itu, anak-anak bermain di luar rumah dan para bapak-bapak memulai acara dengan membaca tahlil. Nah, kalo ibu-ibu ada yang nyiapin makan, ada yang ngobrol, ada yang sibuk ngomelin anaknya karena jajan terus.

hujan deras, kabur . . .
Dan dipertengahan ceramah agama yang disampaikan pak Ustadz, gerrrr...... angin datang dan hujan lebat pun turun dengan dahsyatnya. Otomatis, ibu-ibu yang ada di teras langsung masuk ke dalam rumah. Anak-anak bukannya takut malah nyengir seolah memberi sinyal bahwa inilah saatnya main air.

ada yang udah hujan-hujanan
Mengikuti acara dengan dua tempat memang sangat tidak efektif. Karena kami, para ibu tidak tahu bahwa ternyata sekarang sudah memasuki acara makan ^_^. Hujan masih terus mengguyur Bantargebang hingga akhir acara. Dan ternyata, ada yang berulangtahun hari ini, kami merayakannya dengan senang walaupun sederhana sambil melihat air yang terus turun.

kue ulang tahun di arisan keluarga

Dan di bulan ini memang telah lahir dua bayi di keluarga kami yang usianya berjarak tak lebih dari dua minggu, yaitu: Muhammad Ihsan Al-Faruq dan Nizam Abi Yaqnan. Mereka tetap tidur lelap di saat kami tertawa terbahak sekalipun.


Ihsan dan Nizam tertidur lelap

Baca selengkapnya » 4 komentar

Sabtu, 06 Oktober 2012

Lontong Sayur pagi ini . . .

Lontong Sayur pagi ini . . .

Ayah Zia memang seorang fulltime blogger. Namun bukan berarti dia selalu bisa menemani kami kemana-mana. Bahkan terkadang hari minggu pun ayah Zia pergi untuk kepentingan onlinenya. Begitulah kehidupan kami dengan dunia maya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga.

Namun, hari-hari ini kegiatan ayah agak senggang, tapi tidak dengan esok hari. Dan sabtu pagi ini ayah Zia mengajak kami berjalan di lenggangnya jalanan, maklum libur. Ayah yang selalu penuh kejutan, mengawali jalan kami ke arah komsen, akan tetapi berbelok ke arah Villa Nusa Indah di tengah perjalanan. Dan berhenti tepat di depan ATM Mandiri. Ayah mulai mengajak Zia berjalan kaki ke seberang jalan, setelah Zia ribut nangis di ATM. Dikira sedang menuju suatu tempat, eh ternyata ayah sedang cari tempat buat sarapan yang enak (padahal Bunda udah masak lho di rumah, mubazir deh).

Terlihat dari kejauhan ada warung lontong sayur dadakan, rame banget. Kukira ayah mau masuk ke dalam tenda tapi ternyata malas terus menuju pedagang bubur ayam."Mau survei dulu" katanya. Lanjut ke tempe mendoan, kayaknya seru makan tempe pagi-pagi. Pas mau beli kok mbaknya malah pergi??? (tau kali yang mau beli belum mandi hehehehe . . .) Walhasil, masuklah ayah sambil mengajak Zia kembali ke lontong sayur . Memesan dua porsi lontong sayur plus telur dan rendang pus kerupuk merah mudanya yang khas, kami tak kebagian tempat duduk, dan akhirnya memilih tangga depan ruko yang masih tutup. Makan bertiga dengan Zia yang tak berhenti turun naik.

"Lontongnya ga asik, enakkan yang di pasar" ujar ayah Zia sambil mengunyah suapan terakhir lontong sayurnya (ga asik kok abis ya . . . .) Tapi memang begitu yang kurasakan, masih kalah dengan lontong sayur dekat toko bapak di pasar. Makan gratis, pulang bayar. Dan kudekati si empunya warung sambil bertanya "berapa?" "semuanya dua puluh empat ribu mbak". Ada sedikit rasa kaget lewat, mahalnya. Mana belum minum. Kubayar semuanya dan di luar tenda ayah Zia sedikit mendengar perkataan si empunya warung. Lalu berkata "kok mahal bener sih. Padahal rasanya biasa aja. Tobat deh makan di sini" tersenyum kumenimpalinya.

Whatever, pokoknya pagi ini aku bahagia. Senang bisa jalan bareng bertiga. Sesampainya di rumah, Zia tidur lelap. Mungkin kelelahan setelah menghitung jumlah anak tangga ^_^

Baca selengkapnya » 0 komentar

Sabtu, 01 September 2012

Serunya Bersama Ayah

Serunya Bersama Ayah

Setelah penyakit ini menghinggapi diriku dan pergi bolak balik ke dokter, aku dan keluarga memutuskan untuk tidak mengendarai sepeda motor sebagai cara mencegah datangnya kembali penyakit itu. Hingga akhirnya aku menikah.

Ayah Zia yang pertama kukenal adalah satu sosok yang dingin terhadap perempuan. Tak pernah ada satu nomor teman perempuan pun yang disimpan di memori handphone-nya (katanya sih begitu). Dan memang hampir semua teman pun segan kepadanya. Dan jika mengendarai motor dia tidak pernah menggunakan rem. Terus saja melaju dengan kencangnya tanpa lirik kanan kiri. Semua orang tidak suka dibonceng Ayah, dan tidak suka mengikuti Ayah dengan sepeda motor dibelakangnya. Dan semua teman perempuannya marah ketika pertama Ayah Zia memboncengku, karena ternyata dia bisa naik motor dengan kecepatan rendah denganku ^_^.

Aku seorang wanita yang lebih suka naik angkot daripada motor, sangat tidak suka kepadanya. Selain dingin dan suka kebut-kebutan, Ayah Zia tidak romantis.Dia tidak lembut, bahkan kepada wanita. Dan hingga saat ini aku tak tahu apa yang membuatku menyukainya.

Menikah dengan Ayah Zia berarti berbaur dengan seluruh kebiasaan baik dan buruknya. Termasuk ngebut dengan motor berisiknya dan melihatnya selalu berkutat di depan komputer dengan web dan blog-blog yang dimilikinya serta semua teman yang selalu pulang pagi jika bersamanya '' _''

Hidup menjadi lebih seru dan berarti dengan Ayah Zia. Tidak monoton dan tidak membosankan walaupun terkadang suka deg-degan (nah lho). Ayah Zia memaksaku untuk mengenal dunia maya lebih luas, tidak hanya facebook dan twitter, memaksaku keluar dari pekerjaanku yang membosankan dan tidak menghasilkan (itu menurutnya), mengajariku untuk mulai menjadi bos bagi diri sendiri dan mandiri, membuatku harus memasak tiap harinya dan juga membiasakan diriku mengendarai motor tanpa harus takut akan penyakit apapun atau halangan apapun.

Aku tidak suka ngebut dan berisiknya motor, tapi karena Ayah Zia yang mengajakku dan membiasakanku maka mau tidak mau jadi terbiasa. Menyelip di antara macetnya jalan Jakarta bahkan berada diantara dua mobil besar sudah biasa. Dan kini akupun mulai mengenal blog dan dunia maya lebih luas melewati Ayah Zia. Thanks Ayah. Love you : )

Baca selengkapnya » 1 komentar

Minggu, 26 Agustus 2012

Ceria Wajah Zia

Ceria Wajah Zia

Sebelum lupa dan ngalor ngidul kemana-mana, saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Mungkin ada salah tulis dalam postingan blog saya, atau ada yang tersinggung dan sakit hati karenanya.

Tiga hari sudah berlalu lebaranku, Hari Kemenangan yang ditunggu oleh seluruh umat Islam di dunia, dan Indonesia khususnya. Sebagai seorang muslim, tentunya saya bahagia dengan datangnya hari itu. Hari dimana setiap orang saling meminta maaf dan melebur dosa. Hari yang setiap orang harus berbahagia. Bahkan, di hari ini diharamkan berpuasa, karena seluruh umat haruslah mendapat sebagian rizki dari yang lainnya (zakat).

Mungkin sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, "termasuk di dalamnya keluarga besar saya". Musim lebaran adalah musim mudik, dan bagi yang tidak mudik pastilah menyempatkan waktu dan uang untuk pergi bertamasya ke tempat-tempat hiburan ibu kota. Dan keluarga kami tidak melaksanakan mudik pada lebaran tahun ini. Setelah diskusi dan telfon sana sini, akhirnya kami putuskan untuk bertamasya.

Si kecil Zia, memang sangat menyukai hewan. Bahkan, dia senang meniru beberapa suara hewan. Seperti ayam "U U", kucing "meng", anjing "uk uk". Dan bahkan dia pernah ikut meloncat-loncat saat melihat seekor monyet meloncat di hadapannya, Nah loohhh. Hal tersebut yang membuat Uminya (baca: nenek) ingin sekali membawa Zia pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Selain memang karena Zia senang melihat binatang, juga karena ingin mengenalkan Zia beberapa hewan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Dan di hari Senin setelah lebaran, Umi menelfon dan mengajak kami sekeluarga untuk pergi. Namun dia tidak memberi tahu tujuannya, suprise kata Umi.

Dan pergilah kami di hari Selasa pagi dijemput mobil Umi. Dengan senang hati kami sekeluarga ikut pergi dengan umi (gratis lhooo..). Menuju ke Kebun Binatang Ragunan.

Sesampai di TKP, Zia yang langsung melihat kuda berlari di hadapannya dan bersiap untuk berlari mengejar sang kuda padahal banyak orang lalu lalang di depannya. Sontak kami sekeluarga kaget. Dan alhamdulillah ayahnya sigap dan menangkap si kecil Zia (hore,,, ayah hebat). Dan kami memulai petualangan seru ini dengan melihat betapa besarnya gajah (waw""). Dan kami pun terus berkeliling berjalan kaki.

Berlanjut ke kandang primata yang keren, Zia masih belum ngeh n sadar. Tapi ketika sang primata kecil datang dengan dot di mulutnya Zia sedikit meloncat dan berteriak "tu tu" (baca: susu). Heboh, mungkin itu kata yang lumayan bisa mewakili sikap Zia ketika melihat monyet kecil meloncat dan berayun menghampiri induknya. Pokoknya rame abis, sampai-sampai aku malu karena banyak orang melihat ke arah kami. Ketika memasuki sarang hewan jenis aves, Zia kubiarkan berjalan dan berlari bersama kakak sepupu dan ayahnya. Dia terlihat sangat senang dan bahagia. Keceriaan tampak di wajah mungilnya.

Biawak, beruang, ular, buaya, harimau. Semua hewan dilihat dan diperhatikan oleh Zia kecilku, hingga tiba di kandang jerapah Zia kecilku tertidur lelap di gendongan ua-nya.

Dan keponakanku meminta untuk menonton pertunjukan hewan, kami menyetujuinya. Saat mengantri masuk, entah mungkin karena bising suara riuh rendah penonton di dalam atau karena panasnya hawa di siang hari itu, Zia pun terbangun dengan kata pertama "teteh" memanggil kakak sepupunya.

Masuk ke tempat pertunjukkan, Zia tersenyum senang melihat burung, linsang, dan beruang yang berakrobat. Semuanya hebat. Itulah akhir perjalanan kami ke Kebun Binatang hari itu. Semua pulang dengan riang gembira dan bercerita sambil membawa oleh-oleh Ragunan.

Sesampai di rumah, Zia menangis ingin tidur. Dan Zia tertidur lelap hingga pagi hari. It was a beautiful day, thanks Allah.




Baca selengkapnya » 1 komentar

Minggu, 08 Juli 2012

Liburan tiba, arisan tetap setia


Liburan tiba, arisan tetap setia

liburan sudah setengah jalan, hanya tinggal beberapa saat lagi mulai saat sekolah. Tapi kegiatan harus terus berjalan. Liburan atau tidak, tetap aktif dan ceria.

alhamdulillah musim liburan ini, saya berkesempatan menyiapkan tempat untuk silaturrahim keluarga, atau pada umumnya disebut arisan keluarga. seluruh keluarga dapat berkumpul di tempat kami, dan tentu berbagi cerita dan pengalaman di awal liburan.

mungkin sebagian orang berfikir bahwa arisan keluaga hanya ajang tuk berjumpa, cerita, makan, dan pulang. Akan tetapi di setiap awal acara kami selalu zikir dan tahlil bersama, bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.Bermaafan sehubung semakin dekatnya bulan suci Ramadhan.

dan di bulan Syawwal nanti, kami akan pergi tuk berkumpul dan silaturrahim di tempat saudara kami di Jakarta.

see you next time.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Catatan Cinta Bunda Zia