Jumat, 14 Februari 2014

Cemburu

Cemburu



cemburu
Kakak Zia
Sudah menginjak bulan keenam di usia Echa putri keduaku. Zia pun merasa memiliki teman karena kini Echa sudah mulai bisa diajak bercanda, terutama bermain Ci Luk Ba. Echa pasti akan langsung tertawa saat kakak Zia dengan tingkah lucunya berCi Luk Ba saat Echa menangis karena baru terbangun dari tidur siangnya.

Di satu saat, Zia akan senang bermain, dan di saat lain Zia pun memukul bagian tubuh Echa dengan tangannya sehingga Echa menangis. Dan aku tahu, itulah rasa cemburu.
Usia Zia dan Echa hanya terpaut 29 bulan membuat Zia merasa dirinya diduakan. Dan dia pun seolah merasa kini kasih sayang itu terbagi dan Bunda Zia lebih memperhatikan Echa karena dia masih terlampau kecil.

Dengan berat 8,5 kg di usia keenam bulan, Echa masih belum bisa merangkak. Berbeda dengan Zia yang sudah bisa berdiri dengan berpegangan di usia itu. Dan hal tersebut membuatku merasa agak khawatir dengan kondisi Echa. Walau sudah berkali-kali diberitahu bahwa setiap anak berbeda, namun aku tetap khawatir. Bisa jadi inilah salah satu sebab mengapa Zia terlampau cemburu melihat Echa yang selalu digendong Bundanya.

Rasa syukurku tak pernah lepas, memiliki dua putri cantik. Zia yang sudah memiliki kedewasaan yang lebih dari teman seusianya. Echa yang tidak rewel dan menggemaskan. Mereka obat rasa lelahku dan penawar rasa sedihku. Terus berusaha untuk berbuat adil dan baik bagi keduanya, kewajiban yang terus kunikmati. Agar rasa cemburu itu bisa hilang seiring dengan waktu yang terus berjalan.
cemburu
De Echa

Cemburu
Baca selengkapnya »

1 komentar:

myra anastasia mengatakan... 6 April 2014 09.17

Zia mungkin blm terlalu paham skrg. Tp, kalau terus diingatkan nanti mereka bisa jadi seperti teman yang akrab :)

Posting Komentar

Catatan Cinta Bunda Zia