Jumat, 03 Mei 2013

Konglomerat Asia Penuh Semangat

Konglomerat Asia Penuh Semangat



Konglomerat Asia Penuh Semangat
Raja Gula Indonesia
Pilah-pilih artikel dari suatu blog yang penuh dengan tulisan bermakna bukanlah hal yang mudah. Hingga akhirnya saya putuskan untuk memilih sebuah review tentang Oei Tiong Ham: Konglomerat Pertama Asia Tenggara. Selain memang suka membaca cerita dan novel, saya juga bekerja menjadi pengusaha kecil-kecilan di rumah.

Membaca dan mengetahui bahwa pengusaha sukses di Indonesia adalah orang Cina membuat saya agak sedikit sakit hati. Kenapa orang Indonesia tidak bisa menjadi tuan di negara sendiri? Agak sedikit miris memang. Akan tetapi keuletan, kerja keras, dan kejujuran orang Cina dalam berniaga dan berusaha tidak bisa diragukan lagi. Bahkan Nabi Muhammad pun memerintahkan untuk belajar sampai ke negeri Cina. Mungkin, keberhasilan mereka dalam berniaga adalah salah satu makna diantara makna luas perintah Nabi Muhammad.

Hindia-Belanda, memang negara yang terkenal dengan hasil buminya. Hingga banyak negara Eropa yang ingin menguasai Hindia-Belanda untuk mendapat semua hasil bumi yang ada. Jauh sebelum merdeka, Indonesia telah diberi pelajaran tentang pengusaha tebu terhebat di Asia Tenggara yang ternyata mendirikan usahanya di Indonesia. Pengusaha tebu yang menjadi Konglomerat Asia Penuh Semangat ini, memanfaatkan tanah dan tenaga para petani tebu Indonesia yang hasil panennya diolah pabriknya dan didistribusikan hingga mancanegara.

Oei Tiong Ham mendapat keberhasilannya bukan dengan usaha yang sedikit dan manja. Namun kerasnya hidup dan didikan keluarga telah menjadi hal yang membentuk karakternya menjadi sosok Konglomerat Asia Penuh Semangat yang dikagumi banyak orang.

Konglomerat Asia Penuh Semangat

Pelajaran yang sangat berarti seharusnya, dan tentu saja patut dicontoh agar Indonesia bisa melahirkan konglomerat-konglomerat dan pengusaha-pengusaha yang mendunia. Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam yang sangat beragam, dan memiliki Sumber Daya Manusia yang potensial. Namun ternyata banyak SDM yang justru disia-siakan.

Berharap dan bermimpi, perjalanan waktu yang dijalani oleh bangsa ini adalah kepompong yang sanggup mengubah Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan cerdas. Serta mampu untuk menghormati sesama dalam segala hal.


Konglomerat Asia Penuh Semangat
Bunda Zia
Baca selengkapnya »

3 komentar:

Lozz Akbar mengatakan... 3 Mei 2013 17.47

Jangan iri apa warna kulitnya ya mbak, tapi irilah dengan prestasinya dan jadikan sebagai pemacu jika saja kita mau, insya Allah kita pun mampu

terima kasih sudah menyemarakkan GA mbak Avi.. Mohon disertakan banner GA-nya ya mbak

salam kenal mbak Siti

Andi Illank mengatakan... 9 Mei 2013 18.59

hmm... Salah satu tokoh yang bs memotivasi kita, mudah2an bisa menjadi panutan bagi setiap org yg membaca artikel ini agar dapat berusaha dengan jalur yang tetap di Ridhoi Allah Subhanahu wata'ala

^_^

Lisa Gopar mengatakan... 10 Mei 2013 08.14

Saya juga jadi tahu nih dengan Oei Tiong Ham.
Sama mbak, sering berpikir jg, orang Indo bisa belajar bagaimana orang China berdagang dan memajukan ekonomi. Jangan yg di contoh adalah kebiasaan dugemnya dan ideologinya. Rasulullah jg dulu pedagang kan.

Sukses GAnya ya mbak Siti :)

Posting Komentar

Catatan Cinta Bunda Zia